Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG KOMANDAN KUNCORO

Sunday, 5 June 2011

Seragam Militer 25 Negara adalah Produk dari Indonesia



Siapa sangka jika puluhan hingga ratusan ribu anggota militer di sejumlah negara baik Eropa, Amerika dan Asia termasuk anggota militer dalam negeri itu, mengenakan seragam buatan pabrik tekstil yang berlokasi di salah satu sudut kota di Kabupaten Sukoharjo.

Produk tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ini pun diakui telah memenuhi standar North Atlantic Treaty Organization (NATO), sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. Tidak hanya seragam, tetapi juga seragam tempur, jaket, cover all, rompi, tenda, sepatu dan lain-lain.

Tercatat, hingga awal 2010 ini, PT Sritex melayani pembuatan seragam militer untuk 25 negara. Yakni, Indonesia, Australia, Brunei, Kamboja, Siprus, Inggris, Jerman, Kuwait, Lebanon, Nepal, Oman, Papua, Filipina, Qatar, Singapura, Somalia, Sudan, Swiss, Arab, Zimbabwe, Austria dan terakhir Timor Leste.

Corporate Secretary PT Sritex, M Taufik Adam, saat menunjuk salah satu jaket militer anti infra red yang siap dikirim ke Jerman, mengatakan satu jaket itu di jual dengan harga rata-rata US$150 atau senilai Rp 1.395.000 (1US$=Rp 9.300). ”Tapi, kalau di pasang di outlet di Solo, mungkin hanya Rp 150.000 per jaket,” ujar Taufik membandingkan. Begitu pula dengan seragam militer yang siap dikirim ke Abu Dhabi. ”Kalau seragam ini, di jual ke Abudhabi dengan harga rata-rata US$300.”

Parsial

Sementara, untuk proses pengerjaan, dilakukan secara parsial atau per komponen. Misal, satu tenaga kerja hanya bertugas membuat pola saja, memasang kancing baju saja, membuat mata itik saja dan seterusnya. Taufik menambahkan, memproduksi seragam militer ini lebih memiliki tingkat kesulitan di banding produk garmen lainnya. Sehingga, satu kali proses perlu ada quality control. ”Pengerjaan harus lebih detail dan disesuaikan dengan desain yang diminta masing-masing negara.”

Terkait kapasitas produksi, Taufik mengatakan, saat ini Sritex mampu memproduksi garmen sebanyak 2,5 juta set per bulan, dengan rata-rata pertumbuhan 15%-20% per tahun Kapasitas ini naik dari kapasitas sebelum adanya perluasan industri, 1,5 juta set per bulan. Sementara, untuk produk kain, kapasitasnya mencapai 8-9 juta yard per bulan. Dan produksi benang, berkisar 7.000 bal per bulan.[/center]

Thursday, 2 June 2011

Super Power Militer Indonesia

Tuesday, April 12, 2011



Di era pemerintahan Presiden Soekarno kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet. Pada tahun 1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).

Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.


Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.

Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.

Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.

Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Kontingen Indonesia Juara Menembak

Friday, May 27, 2011

Kontingen Indonesia Juara Menembak di Inter Contingent Shooting Competition 2011

LEBANON Seorang anggota TNI yang tergabung dalam Indobatt, mengisikan amunisi kedalam Magazen saat kejuaraan menembak antar Kontingen Unifil (Inter Contingent Shooting Competition 2011) di lapangan tembak, Abel Al Saqi, Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis, (26/5). Kejuaraan menembak yang diikuti 11 negara kontingen PBB di Lebanon ini, Indonesia berhasil merebut Juara Pertama Kategori Pistol dan Senapan, Juara Pertama Perorangan kategori Pistol dan Senapan, sekaligus sebagai Juara Umum. FOTO ANTARA/Kuwadi/ho/ss/pd/11


PMN Belum Cair, PAL Terancam Gulung Tikar

Saturday, May 28, 2011


Dari kiri ke kanan : Panglima TNI Agus Suhartono, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro dan Dirut PT PAL, Harsusanto

JAKARTA - Kondisi keuangan PT Penataran Angkatan Laut Indonesia (PAL) sepertinya sudah di ujung tanduk. Perusahaan galangan kapal ini memberikan warning kepada pemerintah, bila sampai bulan Juli nanti bantuan Penyertaan Modal Ne­gara (PMN) sebesar Rp 3 triliun tidak dicairkan juga, maka PT PAL terancam gulung tikar.

“PMN tersebut akan digu­na­kan untuk membiayai segala ke­butuhan dalam pembuatan ka­pal laut baru yang diproduksi PAL, yang saat ini masih ter­beng­kalai. Makanya, PMN menjadi ke­harusan bagi pengembangan PT. PAL, dan diharapkan sudah cair secara bertahap mulai bu­lan Juli 2011,” kata Direktur Utama PT PAL Harsusanto dalam pen­jelasannya saat mengadakan rapat dengan Komisi VI DPR, Jumat (27/5).

Harsusanto memprediksi, pada Juni nanti PAL sudah akan me­ma­suki masa kritis.

Setidaknya ada sembilan per­soalan pokok yang akan dihadapi PAL, diantaranya masalah gaji kar­yawan yang tidak ter­bayar, hutang pihak keti­ga yang makin membengkak, pro­duksi kapal yang tersisa sebanyak 7 kapal ti­dak bisa dilanjutkan, produksi kapal tanker 17.500 DWT pesanan Pertamina akan me­ngalami gangguan dan bank meng­hentikan kucuran kredit.

“Apabila Juli PMN belum cair ma­najemen akan me­la­kukan be­berapa langkah antisipasi, di an­taranya merumahkan sebagian per­sonil yang idle, menutup se­mentara bengkel produksi, mem­ba­yar gaji BOD dan BOC serta kar­yawan tidak secara penuh, dan yang terakhir memberhentikan pembangunan tu­juh kapal,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, terungkap selama enam ta­hun terakhir nilai penjualan ti­dak lebih dari Rp 1,049 triliun dan net pro­fit perusahaan tidak mampu me­­nutupi biaya overhead rata-rata per tahun sebesar Rp 214 mi­liar.

Ketidakdisiplinan perusahaan da­lam penerapan budgetary con­trol mengakibatkan peningkatan bia­ya produksi atau kenaikan bia­ya material dan keterlambatan proses produksi yang menyebab­kan proyek terminasi.

“Akumulasi dari permasalahan ter­sebut mengakibatkan pe­ru­sahan mengalami bleeding yang me­nguras modal perusahaan, se­hing­ga perusahaan mengalami ke­sulitan liquiditas atau cash flow problem. Sehingga total nilai ke­rugian perusahaan dalam lima ta­hun terakhir, dari tahun 2006-2010 mencapai sekitar Rp 935 miliar,” beber Harsusanto.



Pasca krisis global tahun 2008, lan­jutnya, terjadi perubahan dras­tis terhadap pasar kapal dunia, se­hing­ga harga kapal baru menukik tajam sampai mencapai 30 persen dari harga kapal baru tahun 2008. Dampaknya keengganan pembeli untuk melanjutkan kontrak pem­bangunan kapal baru.

Di tengah kesulitan yang ter­jadi, PT PAL terus berupaya ber­tahan hidup dan meyelesaikan pem­bangunan beberapa kapal ser­ta proyek lainnya.

“Dengan posisi exiting con­tract disertai terjadinya delay, maka buyer menterminasi de­ngan tanpa kerugian sama sekali. Ka­laupun sampai saat ini masih bisa bertahan, karena mengan­dal­kan pendapatan perusahaan dari perbaikan kapal-kapal komersial maupun dari TNI dan Polri. Itu belum termasuk bea perawatan peralatan ka­mi yang berusia di atas 30 ta­hun. Biayanya juga mahal,” ungkapnya.

Kendala Internal & Eksternal

Dijelaskan, PAL memiliki ba­nyak kendala internal peru­sa­ha­an, hal ini mengakibatkan pe­ru­sa­haan semakin melorot. Di antara­nya, cash-in perusahaan belum bisa memenuhi seluruh kebu­tu­han biaya gaji dan operasional pe­rusahaan. Fasilitas produksi su­dah relative tua, estimasi pen­jualan harga pasar kapal masih me­nanggung utang, dan ope­ratio­nal income tidak dapat me­nutupi biaya perusahaan sehingga likuiditas negatif, PAL tidak mam­pu melakukan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi.

Sedangkan untuk masalah eks­ternal perusahaan, yaitu, bu­ruk­nya tingkat kolektibilitas pe­ru­sa­haan sehingga tidak dapat mem­per­oleh pendanaan baru dari bank.

Tingkat suku bunga dalam ne­geri juga tinggi. Selain itu belum ber­kembangnya industri penun­jang yang mengakibatkan kom­po­nen kapal harus diimpor.

“Dengan banyaknya kendala tersebut, walaupun ada perbaikan di tahu 2010, tapi tetap tidak mam­­pu meng-cover carrying po­ten­tial loss proyek pem­bangunan kapal eksisting sebagai akibat ada­nya krisis global akhir tahun 2008, yang mempengaruhi ke­lang­sungan usaha di tahun tahun men­datang. Untuk itu sangat diper­lukan restrukturisasi me­nyeluruh dengan dukungan pe­me­rintah baik dalam peng­ga­langan pasar dalam negeri mau­pun perbaikan struktur permo­da­lan dalam bentuk PMN,” pin­tanya.



Menurutnya, keberadaan PT PAL sebaiknya dipertahankan pe­me­rin­tah, karena perannya yang ikut men­dukung prestasi bangsa In­do­nesia di kancah inter­na­sional.

Sampai saat ini setidaknya, PT PAL telah mem­pro­duksi 200 kapal komersial dan 50 kapal perang, memproduksi kom­ponen power plant untuk PLN, aset pemerintah dalam rangka pe­nugasan pengadaan alutsista.

PT PAL merupakan pusat pen­didikan dan pelatihan untuk te­naga terampil penunjang industri per­­kapalan, dan sebagai tulang pung­gung Kementerian Perta­ha­nan dan TNI AL, terutama dalam hal pe­meliharaan dan perbaikan ka­­pal termasuk pemasangan senjata.

“Tanpa adanya dukungan dari pemerintah berupa PMN, dari ta­hun 2010 sampai 2015 di­prediksi PAL akan terus me­nga­lami ke­rugian sekitar Rp 146 miliar dengan penjualan Rp 376 miliar. Tapi bila PMN dari pemerintah se­­gera dicairkan, jumlah pen­jua­lan sekitar Rp 2,5 triliun dan ke­untungan Rp 227 miliar,” urainya.

PT PAL meminta dana PMN yang bersumber dari dana cash dari pemerintah sebesar Rp 2,196 tri­liun, dan konversi utang ke instansi pemerintah Rp 814 mi­liar. “Dengan demikian kese­lu­ruhan­nya Rp 3 triliun,” tukasnya.

Setelah mendapat PMN, PAL akan melakukan program re­struk­turisasi dan revitalisasi. Selain itu akan digunakan untuk kebutuhan tercapainya Going Concern PT PAL pada tahun 2013. “Selain un­tuk mengurangi utang pe­ru­sa­haan, nantinya dana PMN akan di­­pakai untuk meningkatkan gross margin 13-16 persen dan ju­ga untuk kebutuhan pemasaran produksi PAL tahun 2011-2015 se­banyak Rp 1,3 triliun - 2,5 tri­liun,” ujarnya.

Mesti Pilih Salah Satu

Pemerintah dinilai belum mem­berikan kesempatan bangkit bagi in­dustri pertahanan dan stra­tegis se­perti PT PAL. Pa­dahal, Pre­siden Su­silo Bam­bang Yu­dho­yono te­lah meng­instruksikan un­tuk me­ng­utamakan pem­ba­ngu­nan dan peng­gunaan alutsista buatan da­lam negeri.



“Tahun 2005 SBY mengatakan untuk mengutamakan alutsista da­lam negeri. Pada intinya semua ter­gantung dari komitmen dan ke­putusan antara Menteri BUMN dan Menteri Keuangan,” kata be­kas Menteri Pertahanan, Ju­wo­no Su­darsono, Kamis (26/5).

Juwono mengharapkan, in­dus­tri strategis dan pertahanan dapat dikembangkan demi tercip­ta­nya pertahanan negara ma­ritim yang kokoh dan kuat.

Makanya, dia sangat setuju bila BUMN strategis yang saat ini membutuhkan sun­ti­kan dana seperti DI, PT PAL dan PT PINDAD diprioritas­kan penyehatannya. Meski begitu dia menyadari pe­ngu­curan dana bantuan tersebut ti­dak bisa dilakukan sece­pat­nya, mengingat keterbatasan ke­­­uangan negara. “Dengan ter­­­­batasnya anggaran yang di­mi­liki pemerintah, seper­tinya pe­­merintah mesti memilih sa­lah satu perusahaan untuk di­be­rikan PMN,” tegasnya.

Negara Kepulauan dengan Industri Perkapalan Kronis

Sangat ironis jika Indonesia sebagai negara kepulauan dan ba­hari memiliki industri pembuatan kapal yang kon­di­sinya sekarat.

Sebagai satu-satunya industri pem­buatan kapal di Indonesia, ke­beradaan PT PAL harus di­per­tahankan. Oleh karena itu ka­langan DPR mendorong agar ku­curan dana sebesar Rp 3 triliun bagi PT PAL segera dicairkan.

“Bagaimana bisa menopang Indonesia yang disebut sebagai negeri bahari kalau industri ka­palnya dalam kondisi tidak la­yak. Untuk mendukung negara bahari tersebut maka PT PAL harus diberikan PMN,” kata anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar.



Anggota Fraksi PAN ini men­jelaskan, memang perlu kajian khu­sus dan mendalam untuk me­nen­tukan PMN dan kelang­su­ngan PT PAL. Ini yang perlu di­per­hatikan panja restrukturisasi BUMN Komisi VI dan harus ber­hati-hati dalam memutuskan dan terus me­ngawasi industri stra­tegis perusahaan pelat merah.

“Market penjualan kapal di Indonesia sangat bagus, ka­rena kita membutuhkan ka­pal kargo, kapal penumpang dan jenis kapal lainnya. Suka ti­dak suka PT PAL mesti dise­la­matkan. Lagipula teknologi yang dimiliki Indonesia tidak kalah saing dengan negara lain­nya, dan kita tidak meng­ingin­kan BUMN seperti PAL kollaps,” tandasnya.

Meski begitu, kata anggota DPR dari Dapil Sumatera Utara III ini, PT PAL diharap­kan memiliki businees plan yang jelas sebagai bahan per­timbangan pemerintah dan DPR untuk mengucurkan da­na dari penyertaan modal ne­gara itu.

Selain itu, untuk memaju­kan industri pasarnya PAL ha­rus memiliki transparansi, efi­sen­si, inovasi dan penggunaan lokal konten industri kapal. “De­­ngan hal tersebut ke­ma­juan akan tercapai,” terang­nya.

Sumber : RAKYATMERDEKAONLINE.COM

Maba UNS Dapat Uang dari Rektor!

Rabu, 01 Juni 2011 18:07 wib

Rektor UNS Ravik Karsidi memberikan uang tunai kepada salah seorang mahasiswa baru UNS (Foto: Septyantoro)
Rektor UNS Ravik Karsidi memberikan uang tunai kepada salah seorang mahasiswa baru UNS (Foto: Septyantoro)
SOLO - Salah seorang mahasiswa baru peserta jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Solo (UNS) mendapat hadiah uang tunai dari rektor.

Ilham Bachtiar, salah seorang calon mahasiswa asal Kartasura Sukoharjo  yang diterima di Fakultas Sastra UNS mendapatkan uang dari Rektor UNS Ravik Karsidi karena saat pembekalan bisa dan berani menyebutkan Pancasila dengan baik dan benar.

Sementara, hari kedua pelaksanaan ujian tulis SNMPTN di Solo diwarnai berbagai kejadian. Sedikitnya 530 peserta SNMPTN di solo tidak hadir tanpa keterangan. Selain itu, salah satu siswa  ditolak mengkuti SNMPTN karena terlambat.

Jumlah peserta yang absen pada ujian kali ini cukup banyak jika dibandingkan dengan jumlah total peserta SNMPTN di Panlok 44 yakni 17.389 peserta.

Pada kelompok IPA dengan total 5.362 peserta ada 192 orang absen. Kelompok IPS dengan jumlah peserta 7.802 tidak hadir 223 orang. Sedangkan 115 peserta absen di kelompok pilihan IPC dengan total peserta 4.225 orang.

"Salah satu  calon mahasiswa ditolak mengikuti SNMPTN karena datang terlambat 45 menit," kata Rektor Universitas Negeri Solo (UNS) Solo Ravik Karsidi pada jumpa pers di Solo, Rabu (1/6/2011).

Dugaan kecurangan juga ditemukan di Solo. Satu peserta tertangkap tangan membawa telepon seluler (ponsel) handphone ke dalam ruang ujian. Dan kini, ponsel tersebut telah diamankan panitia untuk dilakukan investigasi lebih lanjut apakah terkait perjokian atau tidak.

Siswa itu mengaku membawa ponsel sebagai penanda waktu karena tidak membawa jam tangan. Sayangnya, panitia tidak bersedia mengungkapkan identitas  peserta ujian tersebut.

Gempa 8,7 SR Tak Akan Robohkan Gedung 8 Lantai

Dwi Afrilianti - Okezone
Rabu, 1 Juni 2011 17:22 wib
 
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Jakarta aman dari gempa besar. Namun apabila benar ada gempa besar gedung-gedung tinggi di Jakarta tak akan tumbang.

“Tentang dampak goncangan jika terjadi gempa sebesar 8,7 SR terhadap jakara, 7 MMi itu gambarannya untuk berdiri saja susah, bangunan yang konstruksinya jelek bisa roboh, tapi untuk gedung-gedung di atas 8 lantai tidak apa-apa,” terang Deputi Bidang Geofisika Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prih Harjadi di Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Prih menjelaskan, kemungkinan Jakarta terkena dampak gempa di daerah lain cukup besar. Setidaknya ada empat sumber gempa yang dampak guncangannya bisa melanda Jakarta.

Yaitu Patahan Semangko dan Patahan Kemuring di Sumatera, Patahan Cimandiri dan Patahan Lembang di Jawa, Megathrust di sebelah barat dan selatan Selat Sunda, serta gempa di Laut Jawa. “Pada prinsipnya sejauh yang kami ketahui Jakarta tidak terletak pada daerah patahan. Oleh sebab itu Jakarta tidak ada sumber gempanya,” ungkapnya.

Kendati demikian, BMKG akan memasang alat pencatat seismograf lebih dalam di dasar bumi, agar hasil yang diketahui lebih sensitif, apakah saat ini ada potensi-potensi sumber gempa di Jakarta. “Tapi sejauh data yang kami punya dan data yang ditunjukkan seismograf, tidak ada sumber gempa di Jakarta,” tandasnya.

Tim Revisi Peta Gempa ‎?Indonesia juga menyatakan bangunan 8 lantai ke atas di ibu kota aman bilamana sampai terkena goncangan gempa. Hal ini dikarenakan gedung-gedung tersebut telah memenuhi kaidah pembangunan atau konstruksi.

"Kalau di Jakarta bangunan yang di atas 8 lantai sudah dicek kami yakin telah memenuhi kaidah engineering," kata anggota Tim Revisi Peta Gempa ‎?Indonesia, Masyhur Irsyam.

Masyhur yang juga selaku kepala pusat penelitian mitigasi bencana ITB ini menjelaskan, untuk bisa dikatakan aman dari goncangan gempa, bangunan harus memenuhi standar goyangan di batuan dasar sebesar 0,15 g, ditambah dengan beberapa penerapan safety factor. Peraturan ini, lanjutnya, telah disosialisasikan untuk setiap konstruksi bangunan, sejak 2002.

Masyhur bahkan menerangkan, beberapa bulan mendatang, aturan baru akan segera diterapkan, yakni standar goyangan di batuan dasar sebesar 0,2 g. Jika memenuhi standar ini, menurutnya goncangan dari asal gempa sebesar 8,7 SR pun tidak mempengaruhi kekokohan bangunan. "Kalau isu 8,7 SR  itu terjadi maka goyangan di batuan dasar adalah sebesar 0,11 g, lebih kecil dari standar yang kami gunakan untuk pembangunan gedung," katanya.

Karena itu, Masyhur terus mengingatkan masyarakat agar senantiasa cermat dan mengikuti aturan pendirian bangunan, saat perencanaan maupun proses konstruksi. "Selama bangunan direncanakan secara baik, dilaksanakan, diawasi secara baik, pasti aman," pungkasnya.

Monday, 30 May 2011

Singapore Airlines Akan Luncurkan Penerbangan Murah

Ilustrasi

SINGAPURA l SURYA online- Penerbangan Singapore Airlines (SIA) mengatakan mereka merencanakan untuk meluncurkan penerbangan murah jarak jauh.
Penerbangan murah ini akan mulai beroperasi dalam waktu satu tahun dengan menggunakan pesawat berbadan lebar.
Rincian lebih lanjut, seperti nama, rute penerbangan dan harga tiket, masih belum diungkapkan.
Penerbangan murah ini akan bersaing dengan penerbangan Asia lain yang dioperasikan oleh Qantas, Australia dan AirAsia, Malaysia.
“Kami telah memiliki rute jarak pendek di Asia dan penerbangan murah ini mendorong permintaan dalam perjalanan udara,” kata Goh Choon Phong, direktur eksekutif SIA dalam satu pernyataan.
“Kami perkirakan permintaan juga akan meningkat dalam penerbangan jarak jauh,” katanya.
Penerbangan jarak pendek biasanya hanya memakan waktu kurang dari empat jam.
Penerbangan baru ini akan bermarkas di Singapura dan akan dimiliki secara keseluruhan oleh SIA.
Namun dari segi operasional akan diatur secara terpisah dari SIA.
SIA telah memiliki Silkair yang melayani penerbangan jarak pendek di seluruh Asia.
Harga karcis Silkair ini lebih mahal dibandingkan yang ditawarkan penerbangan lain seperti Jetstar Asia dan Tiger Airways, namun lebih murah dibandingkan SIA.