Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG KOMANDAN KUNCORO

Friday, 10 June 2011

HMMWV M1114 UAH (Up-Armored Humvee)

Humvee atau High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (juga dikenal dengan “Hummer”) adalah kendaraan taktis yang paling sering digunakan oleh Amerika Serikat. Kendaraan ini menawarkan mobilitas yang tinggi. Ia dirancang dalam berbagai konfigurasi, terutama untuk utilitas, logistik dan misi lainnya. Di mana peran untuk mampu bertempur sangat diandalkan, Humvee yang dipilih untuk perjalanan lintas negara dan berbagai kondisi jalan.
Sebenarnya ia tidak pernah dimaksudkan sebagai kendaraan tempur lapis baja. Spesifikasinya yang terbuat dari precluded armor protection, untuk menjaga berat kosongnya agar rendah sehingga standar mobilitasnya tinggi.
Saat dan setelah konflik Kosovo, US Army memutuskan untuk melindungi sebagian kecil dari armada Humvee. Versi lapis baja berat dapat mengurangi fleksibilitasnya. Satuan marinir Amerika memerlukan kecepatan untuk operasional pasukan dan memilih untuk tidak melindungi Humvee. Oleh karena itu, saat ini di Irak, mereka terpaksa menggunakan beberapa kendaraan lapis baja yang dipinjam dari US Army. Desain lapis baja M1114 menambah berat sekitar 2.000 pounds ke Humvee. Versi pertama datang pada tahun 1996. Selain plat baja dan jendela anti balistik di sekitar tempat duduk kendaraan sehingga menawarkan perlindungan terhadap tembakan dan pecahan peluru senjata api, plat baja dibawahnya didesain untuk bertahan hingga delapan pon dari ledakan yang berasal dari bawah/jalan mesin yang biasa disebut IED dan menahan tekanan empat pon di bagian kargo .
humvee
humvee
Selama operasi keamanan dan penjagaa stabilitas yang diikuti operasi Kebebasan (Afganistan) dan Irak Freedom (OIF), sejumlah Hummers lapis baja disediakan, namun pada Mei 2004, sebagian besar kendaraan tetap tidak dilindungi dengan bahan yang memadai. Akibatnya, banyak Hummers yang hancur terkena serangan berat yang menyebabkan korban di pasukan koalisi. Prajurit menjadi sangat rentan terhadap setiap jenis serangan, bahkan pelemparan bom. Tingginya tingkat serangan dengan menggunkan senjata api ringan, granat, mines dan RPG.
Di antara yang paling berbahaya adalah serangan IED dan bom di pinggir jalan. Di musim gugur 2003, banyak panggilan mendesak dari lapangan, meminta baja lunak yang cocok untuk digunakan pada kendaraan, US Army meluncurkan program crash untuk melindungi Humvee mereka. Program ini berjalan paralel dua arah yang sangat cepat, dan pelaksanaan pengembangan dengan solusi menambahkan beberapa perlindungan kepada kru didalamnya.
Pada Mei 2004 Senat AS menyetujui US $ 618 juta untuk dana produksi 300 M1114s per bulan dari Mei sampai Oktober, dan 450 per bulan, dari Oktober 2004 sampai Maret 2006. $ 610 juta juga dialokasikan untuk baja kit untuk digunakan pada kendaraan taktis yang ada. Menurut Mayor Jenderal John Sattler, Direktur Operasional untuk CENTCOM, Militer Amerika diperkirakan, 1000 Humvees akan cukup untuk kegiatan patroli, perlindungan konvoi dan transportasi di Irak dan Afghanistan. Saat ini, diproduksi lebih dari 2.000 kendaraan yang direncanakan, dan diharapkan akan diselesai pada Desember 2004, dan sekitar 4.500 humvee dijadwalkan akan beroperasi di medan tempur. Selain itu, 8000-up kit yang berlapis baja dan dipasang untuk melindungi windshields dan pintu dan tambahan untuk kendaraan, termasuk trucked dan soft skinned Humvees. Pada bulan September 2006 Armor Holdings mengumumkan akan menyediakan US Army M1114-Up berlapis baja HMMWV baja dengan komponen tambahan untuk meningkatkan perlindungan kendaraan dari IED. Menurut sumber perusahaan, kontrak tersebut senilai $ 183 juta. Komponen baja akan dikirimkan pada tahun 2007.
humvee
hmmwv-m1114uah_2
Perlindungan tambahan dipertimbangkan untuk HMMWV termasuk beberapa perbaikan keamanan, meningkatkan survivability kru kendaraan dari kecelakaan dan rollovers. Perangkat tambahan ini seperti Sabuk Pengaman, pemadam kebakaran dan lain-lain.
Versi yang dibuat:
M56 Coyote Smoke Generator Carrier
M707 HMMWV
M966 HMMWV TOW Armored
M996 Mini-Ambulance, Armored
M997 Maxi-Ambulance, Armored
M998 Cargo/Troop
M998 HMMWV Avenger
M1025 Armament Carrier, Armored
M1026 Armament Carrier, Armored W/W
M1035 Soft-Top Ambulance
M1036 TOW Armored W/W
M1037 S-250 Shelter Carrier
M1038 Cargo/Troop Carrier W/W
M1042 S-250 Shelter Carrier W/W
M1043 Armament Carrier, Up-Armored
M1044 Armament Carrier, Up-Armored W/W
M1045 TOW Up-Armored Armor
M1046 TOW Up-Armored Armor W/W
M1069 Tractor for M119 105-mm Gun
M1097 Heavy
M1097 Heavy HMMWV Avenger
M1109 Up-Armored Armament Carrier
ZEUS-HLONS
Spesifikasi:
Type : Large SUV
Tempat awal dibuat : United States
Sejarah penggunaan : In service 1984 – present
Produsen : Manufacturer AM General
Biaya per unit $65,000 (unarmored)-$140,000 (armored)[2]
Diproduksi : 1984 – present
Bobot 5,200 lb (2,340kg)—5,900 lb (2,680 kg) curb weight[1]
Panjang 15 ft (4.6 m)[2]
Lebar 7.08 ft (2.1 m)[2]
Tinggi 6 ft (1.8 m), reducible to 4.5 ft (1.4 m)[2]
Mesin : 8 Cyl. Diesel 6.2 L (˜378 cu in) or 6.5 L (˜397 cu in)[1]
Suspensi : Independent
Kapasitas BBM : 25 U.S. gal (95 L)[2]
Kecepatan : 90 mph(144 km/h)(unarmored)-65 mph (105 km/h)(armored) maximum [3]
Persenjataan dan Amunisi:
1 x 12.7mm heavy machine gun
Semua konfigurasi persenjataan termasuk:
1 x 5.56mm M249 SAW
1 x 7.62mm M60 General Purpose Machine Gun
1 x 7.62mm M240 General Purpose Machine Gun
1 x 7.62mm M134 6-barreled minigun
1 x 12.7mm GAU-19/A 3-barreled Gatling gun
1 x 40mm Mk 19 Mod 3 automatic grenade launcher
Amunisi:
1,000 x 12.7mm ammunition

Pembelian Pesawat Kepresidenan RI Telah di Setujui



Cutaway Boeing business jet 2

JAKARTA - Tak lama lagi Indonesia akan mempunyai pesawat kepresidenan sendiri. Pemerintah telah menemukan kata sepakat dalam penentuan harga pesawat Boeing Business Jet 2 dengan pabrikan Boeing dari AS. Pesawat Boeing Business Jet 2 ini akan dibeli pemerintah dengan harga USD 58 juta.

"Kami berhasil menegosiasi USD 58 juta dari USD 62 juta," kata Mensesneg Sudi Silalahi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6). DPR sebelumnya sudah menyetujui pengadaan pesawat kepresidenan.

Saat ini, Sudi sudah membuat surat kepada Menteri Keuangan untuk pengadaan green aircraft. "Sudah ditandatangai persetujuannya 27 Desember 2010 yang lalu," kata Sudi.

Dengan telah disepakatinya harga, maka pesawat ini akan mulai dirakit tahun 2012 dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2013. "Kini tim teknis sedang mempersiapkan desain interiornya," ucapnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Wednesday, 8 June 2011

Indonesia Persiapkan Para Ahli Dalam Alih Teknologi Pembuatan Kapal Selam


JAKARTA - Meski pemerintah menargetkan industri pertahanan sudah terbangun pada 2024, Indonesia diharapkan sudah bisa memproduksi kapal selam sendiri pada 2020. Untuk itu, seiring dengan jenis kapal selam yang akan dipilih nantinya, Indonesia akan siap memulai alih teknologi pembuatan kapal selam.

“Tahun ini akan kita siapkan insinyur-insinyur kita untuk proses alih teknologinya,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo, kepada Tempo, Senin (6/6).

Tahap awal proses alih teknologi dilakukan dengan mengirimkan sumber daya manusia dari Indonesia untuk terlibat dalam perakitan kapal selam yang dipesan oleh pemerintah ke negara produsen kapal itu. Tahap berikutnya dari alih teknologi adalah perakitan dan produksi sebagian komponen kapal selam di Indonesia.

Susilo mengatakan tahun ini Indonesia berencana memesan dua kapal selam. Pada pemesanan berikutnya diharapkan perakitan salah satu unit yang dipesan bisa dilakukan di tanah air walaupun komponen dan alat-alat utamanya masih diimpor. "Misalnya kita beli tiga, yang dua diproduksi di sana (negara produsen), satu lagi kita rakit di sini," ujarnya.

Susilo mengatakan saat ini potensi pengembangan kapal selam di Indonesia memang belum ada. Industri kapal di dalam negeri belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam maupun sumber daya manusia berupa tenaga ahli. Persoalan lain yang dihadapi untuk mengembangkan industri ini adalah investasi yang diperlukan sangat besar.



Indonesia, kata dia, juga belum memiliki galangan kapal dan kelengkapannya dengan kapasitas yang cukup besar untuk membangun kapal selam. Meskipun ada galangan yang cukup besar, diperlukan perbaikan dan penambahan fasilitas. "Biaya untuk membangun galangan kapal ini lebih besar dari biaya untuk pembelian satu unit kapal selam," kata Susilo.

Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Silmy Karim mengatakan komite bersama Kementerian Pertahanan akan mendorong beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan nasional. Salah satunya yang akan diusulkan adalah pembebasan bea masuk sparepart untuk industri pertahanan.

Ini dilakukan untuk memicu produksi alat pertahanan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negeri. "Sekarang kami sedang menginventarisir komponen apa saja yang perlu diberi pembebasan bea masuk," katanya. Kementerian akan meminta agar peraturan pembebasan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan khusus komponen pertahanan.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Fakta Mengerikan Tentang Militer Cina


Awal Desember kemarin, China membangun kapal induk pertamanya. Sepekan kemudian rudal antikapal induk telah dirakit. Sedangkan Januari 2011, China sudah memiliki pesawat tempur siluman baru. Wow!
Anggaran pertahanan China dinaikkan 12,7% tahun ini, dari peningkatan 7,5% pada 2010. Anggaran ini kembali ke pertumbuhan dua digit, sebelum resesi. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran atas niat di balik ambisi pengembangan militer di negeri Tirai Bambu tersebut.Anggaran militer akan naik ke 67,6 miliar yuan (US$ 10,31 miliar) tahun ini daripada 2010, dengan total pengeluaran mencapai 601,1 miliar yuan, atau 6% dari total pengeluaran pemerintah.
Li Zhaoxing, juru bicara Kongres Rakyat Nasional mengatakan, China berkomitmen membangun secara damai serta membentuk kebijakan pertahanan nasional yang defensif secara alami, “Sebagian besar dari belanja akan dialokasikan ke peralatan, pelatihan, personel dan perbaikan fasilitas umum untuk prajurit,” katanya.
Menurutnya, pemerintah selalu berusaha membatasi pengeluaran militer dan telah menetapkan anggaran pertahanan pada tingkat wajar, “Hal ini untuk memastikan keseimbangan antara pertahanan nasional dan pembangunan ekonomi,” ujar Li.
Sementara PM Wen Jiabao mengatakan militerisasi ini untuk keperluan pertahanan. “Ini cukup untuk menakut-nakuti negara tetangga, seperti India, yang akan meningkatkan belanja militernya sebesar 12%,” ucapnya.
China memiliki militer terbesar dunia, dengan 2,3 juta personel aktif dan 1,2 juta personel cadangan. Sementara Amerika memiliki jumlah personel aktif dan cadangan di bawah 3 juta orang. Meskipun Beijing menghabiskan biaya pertahanan jauh lebih kecil dari Washington, militer China tidak melakukan aksi militer skala internasional, hanya berkembang di negara sendiri.
Untuk kekuatan darat, China memiliki 1,9 juta personel, 14 ribu tank, 14.500 satuan artileri dan 453 helikopter. Sedangkan untuk kekuatan udara, China memiliki 470 ribu personel, 2.556 pesawat tempur, 400 jet penyerang daratan (ground attack).
Untuk kekuatan laut, China memiliki 250 ribu personel, 66 kapal selam, 27 kapal perusak, dan 52 pergat (frigate). Sementara di gudang senjata, China memiliki 100 ribu personel, 140 rudal nuklir, 1.000 antirudal.
China memiliki senjata Dong Feng 21D, rudal darat yang mampu mencapai sebuah kapal induk sejauh 2.000 mil di lepas pantai. Selain membeli hak lisensi dan mereproduksi jet tempur Sukhoi-27 dari Uni Soviet, setelah keruntuhannya.
Pada 2020 China diperkirakan akan memiliki beberapa armada kapal induk, menyesuaikan dengan kekuatan angkatan lautnya yang besar. Tahun ini armada pertamanya akan teralisasi.
Dengan pesatnya perkembangan militer China, tak heran bila para pejabat Pentagon percaya bahwa China telah diam-diam membangun pangkalan di pulau Hainan, yang mampu menampung hingga 20 kapal selam nuklir.
China kini juga telah mengembang-ujikan pertama jet tempur siluman, J 20. Adapun AS adalah satu-satunya negara lain di dunia yang memiliki pesawat tempur siluman. China sadar tidak bisa menang dalam perang konvensional terhadap AS, tetapi beberapa pihak mengetahui bahwa program perang cyber dapat memperkuat posisinya.
China mengatakan menghabiskan US$ 98,8 miliar untuk militer pada 2009. Peningkatan persentase belanja militer ini di bawah kenaikan rata-rata tahunan pada tahun-tahun menjelang 2010, ketika naik 19% per tahun. Namun, para ahli di AS dan negara lain mengatakan bahwa angka yang dipublikasikan lebih kecil dari anggaran belanja militer China sebenarnya
Sumber : inilah.com

Satgas Konga/Monusco Terima Penghargaan PBB


KONGO – Setelah enam bulan lebih melaksanakan tugas sebagai pasukan Peacekeeper di wilayah Dungu-Kongo, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-H/Monusco, pimpinan Dansatgas Letkol Czi Widiyanto mendapat Medali PBB.

Sebagai Inspektur Upacara pada penyematan Medali PBB tersebut adalah Force Commander Monusco Letjen Chender Prakhas (India), yang dilaksanakan di Bumi Cenderawasih Camp Dungu, Senin (6/6). Sumber : Lettu Inf Imam Mahmud, Perwira Penerangan Konga XX-H/Monusco



Tuesday, 7 June 2011

Perbedaan Penembak Runduk dan Penembak Jitu

Beberapa doktrin membedakan antara penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman). Sniper terlatih sebagai ahli stealth dan kamuflase, sedangkan penembak jitu tidak. Sniper merupakan bagian terpisah dari regu infanteri, yang juga berfungsi sebagai pengintai dan memberikan informasi lapangan yang sangat berharga, sniper juga memiliki efek psikologis terhadap musuh. Sedangkan penembak jitu tidak memakai kamuflase, dan perannya adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.

Penembak jitu umumnya memiliki jangkauan sampai 800 meter, sedangkan sniper bisa sampai 1500 meter atau lebih. Ini dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalyon dan tingkat kompi.


Teknik Kamuflase
Sniper menggunakan kamuflase dan membatasi gerakan mereka, agar tidak bisa dideteksi. Bidikan teleskopik harus mendapatkan perhatian khusus, karena lensa dari alat bidik harus terbuka, tapi dalam keadaan terbuka akan dapat memantulkan cahaya matahari, dan ini bisa membeberkan posisi sniper. Solusi yang biasa digunakan adalah mencari tempat bersembunyi yang tidak terkena cahaya matahari langsung, atau dengan menutupi lensa dengan sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, seperti sebuah kain tipis.

Sniper modern juga harus memperhatikan kamuflase mereka jika dilihat dengan cahaya infra-merah, karena militer modern sudah menggunakan penglihatan suhu (thermal vision), menggantikan night vision, yang hanya meningkatkan intensitas cahaya. Bahan pakaian dan peralatan bisa muncul bila dilihat dengan alat thermal vision. Maka sniper juga bisa memakai bahan lain seperti plastik, atau bahan khusus seperti selimut thermal, atau bahan lain yang tidak terdeteksi oleh thermal vision.

Detasemen Gegana Polri



Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen. Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen, Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob. Sementara Resimen I adalah resimen pembentukan dari anggota-anggota Brimob yang berkualifikasi pelopor. Demikian pula Resimen III. Perubahan tersebut berdasarkan Skep Kapolri Nomor 10 tentang pengembangan organisasi Brimob tahun 1995. Tugas utama Gegana ada tiga: mengatasi teror, SAR (search and rescue), perlindungan VIP/VVIP, parakomando & anti gerilya, dan Jihandak (penjinakan bahan peledak).

Secara umum, hampir semua anggota Gegana mampu melaksanakan kelima tugas utama tersebut. Namun, kemampuan khusus yang lebih tinggi hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Gegana tidak memiliki Batalyon ataupun Kompi. Kesatuan yang lebih kecil dari resimen adalah detasemen. Setelah itu subden dan yang paling kecil adalah unit. Satu unit biasanya terdiri dari 10 orang. Satu subden 40 orang, dan satu detasemen beranggotakan 280-an orang.

Satu operasi biasanya dilakukan oleh satu unit. Karena itu, dari sepuluh personel dalam satu unit tersebut, harus ada enam orang yang memiliki kemampuan khusus. Masing-masing: dua orang memiliki kemampuan khusus yang lebih tinggi di bidang jihandak, dua orang di bidang SAR dan dua lagi ahli teror. Kedua orang itu disebut operator satu dan operator dua. Yang lainnya mendukung.

Tim Gegana sedang beraksi

Misalnya untuk teror: operatornya harus memiliki keahlian menembak jitu, harus memiliki kemampuan negoisasi, ahli dalam penggebrekan dan penangkapan. Namun semuanya tidak untuk mematikan. Sebab setiap operasi Gegana pertama-tama adalah berusaha untuk menangkap tersangka dan menyeretnya ke pengadilan. Kecuali dalam keadaan terpaksa, yang mengancam jiwa orang yang diteror, barulah terpaksa ada penembakan. Sementara untuk SAR, dituntut memiliki kemampuan dasar seperti menyelam, repling, jumping, menembak, juga P3K.

Demikian pula, operator jihandak harus memiliki keahlian khusus di bidangnya. Menurut Senior Inspektur Wahyu Widodo (salah seorang ahli bom yang dimiliki Gegana), setiap anggota Gegana secara umum memang sudah diperkenalkan terhadap bom. Hal yang paling mendasar dalam menjinakan bom, adalah memisahkan antara sirkuit dan bom dalam sistem unit bom itu sendiri. Meski demikian, petugas di lapangan tetap bisa meminta data-data dan bantuan dari markas jika mengalami kesulitan.

Ada prosedur-prosedur tertentu yang berbeda untuk menangani setiap jenis bom, termasuk waktu yang dibutuhkan. Misalnya bom yang menggunakan waktu, harus cepat sebelum waktu meledaknya tiba. Demikian pula yang menggunakan trigger khusus, penjinakannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Kepada anggota Gegana jenis-jenis bom tersebut dan cara-cara menjinakkannya, termasuk risiko-risikonya, sudah dijelaskan. Itu dilakukan dalam latihan.

Seorang anggota Gegana sedang menjinakkan bahan peledak

Latihan jihandak dilakukan dengan membuatkan bom-bom dalam skala kecil, baik tekniknya atau isiannya. Anggota yang berlatih, diharuskan mampu untuk menjinakkannya. "Kita memberikan latihan-latihan teknik penjinakkan dengan berbagai cara, berdasarkan perkembangan jenis bom yang mungkin ditemukan," jelas Wahyu lagi. Menurut dia, bom mobil termasuk yang paling berbahaya karena dirancang untuk pertama-tama menghancurkan mobil itu sendiri, otomatis kuantitasnya besar, kualitasnya juga tinggi. Sementara RDX adalah unsur dasar terbaru, dalam arti, penemuan yang terakhir untuk bahan-bahan peledakan tingkat tinggi.

Paling tidak, ada tiga teknik penjinakkan yang dipelajari oleh Gegana. Yaitu teknik manual, semi remote, dan kalau memang bahaya sekali menggunakan robot. Terutama untuk tingkat bom-bom mobil itu biasanya digunakan robot. Sayangnya, peralatan yang dimiliki Gegana masih terbatas. Gegana baru punya tiga kendaraan taktis EOD (explosive ordinance disposal) yang sudah lengkap dengan alat peralatan. Padahal seharusnya, setiap unit memiliki satu kendaraan taktis. Selain di Gegana, kendaraan EOD masing-masing satu unit ada di Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jadi se-Indonesia baru ada enam unit.

Untuk meningkatkan kemampuan anggota, Gegana memiliki dua cara latihan yakni latihan secara terpusat dan internal. Latihan terpusat dilakukan oleh Mabes Polri, antara lain dengan mengirimkan orang belajar ke luar seperti ke Jeman, Inggris, Amerika dan sebagainya untuk mengikuti pelatihan bahan peledak, teror maupun SAR. Tapi hal itu tidak rutin, tergantung perintah dari Mabes. "Misalnya, sekarang kita sedang siapkan orang untuk mengikuti pelatihan mengenai teror di Amerika," jelas Komandan Gegana, TB MH Chanafi.

Komando tertinggi setiap operasi Gegana langsung berada di bawah Kapolri yang dilaksanakan oleh Asop Kapolri.